Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Thursday, December 17, 2009

semangat dan tamat riwayatku

hari pertama aku semangat
karena ingin mendapatkan juara
apalagi itu matematika
aku belajar sepenuh hati
hingga empat jam aku di cheese cake factory
terus terusan memesan teh tarik
sesuai dengan keadaan dompet

hari kedua aku semangat
kubuat ringkasan berlembar lembar
rasa kantuk tak jadi masalah
asal aku dapat juara kembali

hari ketiga aku bosan
si bapak ekonomi tak memberi kisi kisi
entah ia malas atau apalah
tapi aku tahu esainya
kulirik beliau ketika membuat soal
aku bisa dan aku senang

hari ketiga aku membaca buku
bukan buku pelajaran
kubaca buku cerita hantu
yang miliki akhir layaknya sampah
aku tak belajar dan aku menyesal
kubelajar 30 menit sebelum bel berdering
mengasal? ya pasti
toh belajar pun tak guna
karna geografi memang tidak kusuka
tak suka maka tak bisa

hari keempat?
menyerah sajalah, tiap ulangan jepang mencontek kok
mau bagus saat uas?
mimpi
tapi aku menyesal, ternyata gampil

hari kelima tak satupun ada yang belajar
aku pun tak merasa bersalah
toh lebih banyak yang lebih parah

itulah aku selama uas, dari semangat, hingga tamat riwayatku
berpikir tapi akhirnya pun mengasal
berharap juara kalahkan si gemilang arif bijaksana
tapi nyatanya aku pun malas
yasudahlah haha

Wednesday, April 8, 2009

Jalan dan Suara

Baru saja kulewati jalan itu
Hanya aku
Bersama gelap malam yang tak bersuara
Setapak demi setapak

Ku kira akan sepi
Nyatanya tidak
Berisik sekali
Tapi mengapa tidak ada orang yang bangun dari lelapnya?

Apa aku yang kurang waras?
Sepertinya begitu sih
Hatiku menyetel televis bervolume tinggi di batinku
Menampilkan drama tentang kenangan hidupku

Aku memaksanya untuk mematikannya
Namun, hatiku berkepala batu
Ia makin menyiksa telingaku
Sialan pikirku

Baru saja kulewati jalan itu
Ku harap otakku tidak lari karena suara menyebalkan itu
Aku hanya ingin berjalan tenang
Setapak demi setapak

8 April 2009, 10.20
setelah melewati jalan itu dan merindu pada akhirnya

Sunday, March 22, 2009

mengganggu mengusik terganggu terusik

sulit dihapus
berkali kali ku coba
tetap saja
tertoreh amat jelas
menjadi luka yang perih
bagai ditetesi cuka
atau mungkin disiram
ya disiram!

semakin ku berusaha
malah semakin diingat
lelah ya seperti ini
tak berdaya aku

tak melihat
hati berteriak dan pilu
menatap sedetik
ciut, diam
dan hatiku
ya tetap pilu

memori itu
bagai sebuah narasi indah
tak terlupa
bisakah diulang lagi?
sambil menyanyikan lagu kesukaan
ditemani kelam malam
berbicara pelan, takut di dengar ayah
dan ku kan menjawab ya
janji

ah teringat lagi kan
mengusik sekali
sudah lama
bumi pun telah menua
tetap saja
tak kunjung kering luka itu
bagai borok busuk
yang baunya menusuk, mengganggu
terlalu mengganggu
sial

Thursday, March 19, 2009

Bingung

Aku bingung
Gundah juga
Terus bertanya benakku
Siapa yang benar?

Aku lelah
Tapi tak mau rebah
Terus aku lari
Ke arah yang kuyakini

Aku lelah
dimana ujungnya?
Belum kutemukan
Apakah aku tersesat?

Aku bingung
Hanya Tuhan yang bisa ku ajak bicara
Yang lain takkan mengerti
Siapa yang benar?

18 Maret 2009, 01.04.
Kamar - Tebet, Jakarta Selatan
Dalam kebingungan yang amat sangat

Friday, March 13, 2009

rapuh namun bermegah

ingatkah aku pada Dia di kala merdeka?
tidak, ya terkadang tidak
menomorkannya di ujung akhir

membentuk diri sendiri
percaya diri akan segalanya
hati menjadi keras
tidak dapat dibentuk, disempurnakan
terlalu keras

angkuhnya...
merasa manusia ajaib mungkin
atau kuat dan gagah?
dikira hasil karya hollywood
hei bangun dan kembali ke realita!
itu semua kasihNya!

saat itu pun datang menghardik, menampar
keras
hati remuk dan rapuh
sakit
perih sekali
tak kuat lagi
takut mencengkeram

sambil diri ini mengadu dan mengaduh
entah tak ada orang yang mendengar
ku ditemukan di altar doa
aku didengar

Ia memelukku dan membentuk kembali hati itu
pelukanNya melenyapkan ketakutanku
tanganNya menyempurnakan tiap sisi hati itu
tinggal di dalamnya
jadi lebih berharga

tersadar
biarkan datang kelemahan itu
ku kan bermegah atasnya
sebab pada saat itulah diriku menjadi kuat
semakin kuat karena kasihNya


gue dedikasikan kepada temen temen panitia kpi 2009 "be yourself"
terinsipirasi setelah praise & worship pra-kpi yang dipimpin oleh temen gue, Odi
setiap kejadian yang dialami panitia, segalanya dashyat! kita merasakan pertolongan Bapa, Yesus kami.
semua yang tadinya mustahil, dan membuat kegundahan di setiap pribadi, di lenyapkan.
pertolonganNya benar benar nyata dan tepat waktu. God is good in all the time, guys!

Tuesday, February 17, 2009

puisi buat bahasa indonesia

buat nilai bahasa indonesia, tiba - tiba gue terinspirasi dengan keterlambatan gue ke sekolah. agak norak memang tapi berbeda dari yang lain haha

Terlambat

by Marina Pardede

Terdengar sayup – sayup memanggilku

Aku kumpulkan kesadaran yang masih berserakan

Sekedar mengintip tapi mata begitu rapuh

Kutiup kembali kesadaranku


Bumi terus berputar

Membuatnya semakin terlihat

Kilaunya menerpa wajahku

Sadarlah aku salah waktu


Kusambar semua dengan cepat

Kunaiki si roda empat

Ia mengerang tapi semakin cepat

Membantuku berpacu dengan waktu

Bold

Aku menatap lurus ke depan

Semua bagaikan siput dan kura – kura

Namun waktu berlari bagaikan singa

Yakin suara itu sudah mengalun


Tibalah aku di tujuan

Sang alfa berdiri tidak sabar

Melihat rupa – rupa yang tak pernah absen

Pemandangan yang monoton baginya